Bulan Rajab Momentum Membersihkan
Dosa, Meraih Ampunan Allah
اَلحَمْدُ لله الْمَاجِدِ
الْقَهَّارِ اَلْعَزِيْزِ الْغَفَّارِ مُكَوِّرِ اللَّيْلِ عَلَى النَّهَارِ تَذْكِرَةً
لِاُولِي الْقُلُوْبِ وَالْاَبْصَارِ وَتَذْكِرَةً لِذَوِي الْاَلْبَابِ وَ
الْاِعْتِبَارِ.
أَشْهَدُ
أَنْ لَا اِلَهَ اِلَّا الله الغَفُوْرُ الرَّحِيْم وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا
مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ اَلْهَادِي اِلَى صِرَاطِكَ الْمُسْتَقِيْمِ،
فَصَلَوَاتُ اللهِ وَسَلَامُهُ عَلَى النَّبِيِّ الكَرِيْمِ وَعَلَى آلِهِ
وَأَصْحَابِهِ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ .أَمَّا بَعْدُ: فَيَا أَيُّهَا الْمُسْلِمُوْنَ اِتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ
وَلَا تَمُوْتُنَّ اِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ. قال الله تعالى: وَالَّذِينَ
إِذَا فَعَلُوا فَاحِشَةً أَوْ ظَلَمُوا أَنْفُسَهُمْ ذَكَرُوا اللّٰهَ
فَاسْتَغْفَرُوا لِذُنُوبِهِمْ وَمَنْ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا اللَّهُ وَلَمْ
يُصِرُّوا عَلَى مَا فَعَلُوا وَهُمْ يَعْلَمُونَ
Sebagai makhluk yang dibekali akal
dan nafsu, adalah sebuah keniscayaan jika manusia dalam perjalanan hidupnya
melakukan kesalahan dan dosa. Hal ini juga sejalan dengan pepatah yang
mengatakan bahwa manusia adalah tempatnya salah dan dosa. Dalam hal ini,
syariat juga memaklumi dan mengakui bahwa manusia tidak akan pernah luput dari
kesalahan. Dalam sebuah hadits, Rasulullah SAW. bersabda:
كُلُّ بَنِي آدَمَ خَطَّاءٌ، وَخَيْرُ
الْخَطَّائِينَ التَّوَّابُونَ
“Sesungguhnya, seluruh
anak adam (manusia) adalah para pendosa, dan sebaik-baik orang yang berbuat
dosa adalah orang-orang yang bertobat.” (HR Ibnu Majah)
Berdasarkan hadits tersebut,
Rasulullah SAW mengakui bahwa setiap manusia pasti pernah melakukan
kesalahan dan perbuatan dosa dalam hidupnya. Namun, kita dilarang untuk
berlarut-larut dalam perbuatan dosa dan membiarkan kesalahan masa lalu yang
pernah dilakukan mengendap dalam jiwa. Kita dituntut untuk terus memperbaiki diri,
bertobat serta memohon ampun kepada Allah atas kesalahan-kesalahan yang pernah
kita perbuat.
Bulan Rajab ini merupakan momentum
yang paling tepat untuk membersihkan diri dari dosa-dosa dengan beristighfar
dan bertobat kepada Allah. Hal ini karena Rajab adalah bulan yang mulia, salah
satu dari empat bulan yang disebut dalam Al-Qur’an sebagai asyhurul hurum. Di dalamnya
terdapat banyak fadilah dan keutamaan yang disediakan untuk umat manusia,
khususnya umat Islam. Terkait kemuliaan bulan Rajab ini, Rasulullah
SAW bersabda:
خِيرَةُ اللهِ مِنَ
الشُّهُورِ شَهْرُ رَجَبٍ وَهُوَ شَهْرُ اللهِ، مَنْ عَظَّمَ شَهْرَ اللهِ رَجَب
فَقَدْ عَظَّمَ أَمْرَ اللهِ، وَمَنْ عَظَّمَ أَمْرَ اللهِ أَدْخَلَهُ جَنَّاتِ
النَّعِيمِ، وَأَوْجَبَ لَهُ رِضْوَانَهُ الْأَكْبَرَ
“Bulan pilihan Allah adalah bulan
Rajab. Rajab itu adalah bulannya Allah. Barang siapa yang memuliakan bulan
Allah yaitu bulan Rajab, maka ia telah memulakan urusan Allah. Dan barang siapa
yang memuliakan urusan Allah maka ia akan dimasukkan ke Surga Na’im dan pasti
akan mendapatkan ridha yang agung dari Allah.” (HR. Al-Baihaqi)
Dalam hadits tersebut di atas,
kemuliaan bulan Rajab terletak pada penisbatan bulan tersebut kepada Allah.
Sebab, apapun yang dinisbatkan kepada sesuatu yang mulia akan ikut mulia juga. Dengan
keistimewaan yang terdapat dalam bulan Rajab sebagai bulan penuh ampunan, para
ulama kemudian menjuluki bulan tersebut sebagai bulan istighfar. Hal ini
sebagaimana diterangkan dalam dalam kitab Kanzun
Najah was Surur:
رجب شهر الاستغفار وشعبان
شهر الصلاة على النبي المختار ورمضان شهر القرآن
“Rajab adalah bulan istighfar.
Sya’ban adalah bulan bershalawat kepada nabi yang terpilih (Nabi Muhammad SAW),
dan Ramadhan adalah bulan Al-Qur’an.” (Abdul Hamid Kudus al-Makky, Kanzun Najah
was Surur, [Beirut: Darul Hawi, 2009], hal. 138)
Anjuran untuk memperbanyak
istighfar di bulan Rajab juga disampaikan dalam sebuah riwayat dari sahabat Ali
bin Abi Thalib yang diriwayatkan oleh ad-Dailami:
أَكْثرُوا من
الاسْتِغْفَار فِي شهر رَجَب فَإِن لله فِي كل سَاعَة مِنْهَا عتقاء من النَّار
وَإن الله مَدَائِن لَا يدخلهَا إِلَّا من صَامَ رَجَب
“Perbanyaklah istighfar pada bulan
Rajab. Karena di setiap waktu pada bulan tersebut, Allah membebaskan
orang-orang dari api neraka. Di syurga, Allah memiliki beberapa kota yang hanya
bisa dimasuki oleh orang yang puasa pada bulan Rajab.”
Semoga kita semua diberikan
kemampuan oleh Allah untuk memaksimalkan diri memanfaatkan bulan Rajab dalam
meraih ampunannya.
بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِيْ
هَذَا الْيَوْمِ الْكَرِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَاِيَاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الصَّلَاةِ
وَالزَّكَاةِ وَالصَّدَقَةِ وَتِلَاوَةِ الْقُرْاَنِ اْلكَرِيْمِ، وَتَقَبَّلَ
مِنِّيْ وَمِنْكُمْ جَمِيْعَ أَعْمَالِنَا إِنَّهُ هُوَ الْحَكِيْمُ الْعَلِيْمُ،
أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِيْ وَلَكُمْ، فَاسْتَغْفِرُوْهُ،
اِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ