Buku Individu Hasil Karya Kepala Madrasah

Karya perdana Kepala Madrasah yang merupakan hasil Pelatihan Menulis Buku yang diselenggarakan atas kerjasama Pusat Pengembangan Profesi Guru (P3G) Jawa Timur dan Penerbit Delta Pustaka.

Buku Kolaborasi Hasil Karya Kepala Madrasah

Karya Kepala MI Nurul Jannah NW Ampenan di Musim Pandemi Covid-19 kolaborasi dengan Kepala MIN 2 Kota Mataram.

14 Buku Kolaborasi Hasil Karya Kepala Madrasah

14 Buku ini merupakan Hasil Karya Kepala Madrasah yang melakukan Kolaborasi dengan bapak dan ibu Guru Se-Indonesia.

Kepala Madrasah Menjadi Pemateri dalam Sosialisasi 4 Pilar MPR RI

Sosialisasi 4 Pilar MPR-RI yang dilaksanakan oleh komunitas belajar atas prakarsa Kepala SMPN 10 Mataram, Kepala Madrasah mendapat tugas untuk menjadi nara sumber salah satu empat pilar tersebut.

Pengolahan Bubur Kertas (MoU dengan POSYANTEK AMPENAN)

Dalam rangka memperluas jaringan dan membekali siswa-siswi dengan skill yang memadai terutama dalama menghadapi perkembangan zaman yang semakin rumit dan sulit, Kepala Madrasah membuat MoU dengan POSYANTEK Ampenan untuk melatih membuat aneka kerajinan dari bubur kertas.

Imtaq Bersama (Setiap Hari Selasa-Kamis)

Untuk mempersiapkan generasi yang kuat iman dan islamnya, maka Kepala Madrasah bersama bapak-ibu guru memprogramkan kegiatan imtaq bersama yang diawali dengan pembacaan shalawat Nahdlatain, asma'ul husna, juz 'amma, latihan pidato, tausiyah, doa, dan diakhiri dengan shalat duha berjamaah.

Latihan Manasik Haji (Program Tahunan)

Sebagai langkah awal untuk menyempurnakan rukun Islam yang kelima, Kepala Madrasah bersama bapak-ibu guru membuat program tahunan, yakni melakukan latihan manasik haji di kantor embarkasi Lombok dengan harapan mudah-mudahan memiliki ilmu yang mumpuni dan segera memiliki nasib ke baitullah al haram.

Upacara Hari Santri (Kegiatan Tahunan Siswa)

Sebagai warga negara yang nasionalis, Kepala Madrasah bersama warga madrasah melakukan upacara bendera setiap hari senin dan hari-hari besar nasional terutama hari santri yang merupakan hari kebanggaan bagi santri pondok pesantren seluruh Indonesia.

Upacara Hari Santri (Kegiatan Tahunan Guru)

Sebagai warga negara yang nasionalis, Kepala Madrasah bersama warga madrasah melakukan upacara bendera setiap hari senin dan hari-hari besar nasional terutama hari santri yang merupakan hari kebanggaan bagi santri pondok pesantren seluruh Indonesia.

Lomba Calistung MI Se-Kota Mataram

Untuk mengasah bakat, minat, dan ilmu pengetahuan yang diperoleh, siswa-siswi unjuk gigi dalam setip event lomba, baik yang diadakan oleh FKKMI, KKM, maupun lembaga/instansi lainnya.

Sabtu, 02 Mei 2020

Resume Permasalahan Yang Muncul Di Blog Belajar Menulis (Guru Bertanya, Dr. Uswadin Menjawab)

Resume Permasalahan Yang Muncul Di Blog Belajar Menulis
(Guru Bertanya, Dr. Uswadin Menjawab)
oleh: Hasanuddin

1.  Hasil sebuah penelitian ilmiah yang mau dijadikan sebagai buku populer, apakah ada persyaratannya?
Jawabannya: Hasil penelitian data sangat bagus dijadikan sebagai buku populer karena datanya sudah valid, tinggal melakukan pengemasan sehingga lebih mudah dibaca dan dipahami. Caranya antara lain dapat dilakukan dengan:
a. Mengambil latar belakang dari penelitian ditulis lagi dibagian pendahuluan dengan bahasa yang simpel saja dan bisa dipecah menjadi 2 bab.
b. Menyampaikan penemuan penting atau ide penting apa dari penelitian tersebut dan ini bisa dipecah menjadi 3 atau 4 bab.
c.  Rekomendasi apa dari penulisan tersebut dalam 1 bab
d.  Penutup atau kesimpulan menjadi 1 bab
e.  Tambahkan gambar atau foto dan data yang membuat tulisan menjadi lebih menarik
2.       Tulisan pendek dan kurang mempesona dibuat menjadi menarik, apakah ada triknya?
Jawabannya: Jangan dipaksakan menulis ketika tidak mood karena suasana bathin sangat mempengaruhi dalam menulis. Di samping itu, sebelum tulisan diupload hendaknya dibaca berulang-ulang minimal baca 3x dan nanti akan ditemukan kekurangannya. Dan alangkah lebih baiknya lagi jika bisa dibaca terlebih dahulu oleh teman atau orang lain sebelum diupload.
3.       Mengirim tulisan ke media online, apakah ada persyaratannya?
Jawabannya: Jika mau mengirim tulisan ke media online, maka bisa dilihat dibagian redaksi dan tata cara menulis artikel di media tersebut. Media online sangat butuh tulisan untuk konten-konten mereka.
4.       Apa strategi menulis sebuah artikel untuk dimuat media cetak?
Jawabannya: Strategi yang dilakukan adalah memantas-mantaskan dulu tulisan kita. Jika sudah dinilai layak maka akan diterima karena kita juga bersaing dengan tulisan-tulisan lain. Ditolak atau tidak diterima jangan membuat kita putus harapan, apalagi sekarang hanya modal email.
5.       Bagaimana cara menuangkan ide supaya bisa mengalir dan tidak putus?
Jawabannya: Menuangkan ide agar mengalir, hendaknya kita buat runtutan dulu dalam konsep-konsep kita. Setelah kita anggap runtut baru dituangkan dalam tulisan. Setelah tulisan jadi, kita baca-baca dan baca. Kemudian kita tinggal beberapa waktu sekitar 1 atau 2 jam, baru kita baca lagi.   
6.     Berapa waktu yang dibutuhkan untuk mengubah 1 ide menjadi tulisan? Setelah tulisan-tulisan terkumpul, berapa waktu yang dibutuhkan untuk dijadikan sebagai sebuah buku? Bagaimana cara menyatukan ide-ide yang terserak?   
Jawabannya: Ide yang ditulis menjadi tulisan sangat bergantung kita dan kesempatan serta kemauan kita. Bisa memakan waktu berjam-jam bahkan berhari-hari, jika tidak mencari waktu dan kesempatan yang pas dan tepat. Menjadikannya sebagai buku tinggal kita mengkompilasi dari blog kita atau tabungan tulisan kita. Semuanya tergantung kita, bisa 1 tahun bahkan bertahun-tahun.
7.       Bagaimana cara membangun kepercayaan diri dalam menulis?
Jawabannya: Pertama kali memang kita tidak percaya tetapi terus saja menulis dan belajar menulis nanti kita akan mendapat kepercayaan diri. Gaya menulis orang tidak sama, pasti ada sisi-sisi lain yang kita miliki.  
8.      a. Apa yang harus dilakukan jika di tengah proses menulis tiba-tiba blank tidak bisa melanjutkan tulisan? b. Bagaimana caranya agar penulis bisa konsisten menulis? c. Bagaimana ciri tulisan yang disukai banyak orang?
Jawabannya: a. Jika saat menulis blank, itu tandanya perlu istirahat karena otak dan kemampuan kita juga punya keterbatasan jadi perlu rest atau rilek dulu. Kalau sudah fresh baru dilanjutkan. Jangan pernah memaksanakan diri kalau lagi blank nulis karena bisa berakibat stress nantinya dan jadikan menulis sebagai hiburan. b. Untuk konsisten dalam menulisa memang sangat berat dan jangan memaksakan diri kalau belum ada ide-ide karena menuliskan hal-hal yang biasa ditulis terus bisa membuat pembaca bosan untuk membacanya. c. Caranya, kita sering baca tulisan orang-orang yang bagus sehingga terpengaruh dan terbawa bagus. Di samping itu, hendaknya berlatih, berlatih, dan berlatih. Minta saran dari orang lain tentunya akan lebih bagus juga.   
9.       Bagaimana mengatasi rasa tidak percaya diri dengan apa yang ditulis?
Jawabannya: Rasa percaya diri pasti muncul, itu adalah hal yang alamiah. Sama pada saat orang baru belajar pidato, sudah bisa berdiri tenang di panggung saja sudah bagus. Untuk menulis pun demikian, perlu latihan dan latihan sehingga kita akan merasa kalau sudah terbiasa maka ada kenikmatan tersendiri dalam menulis. Disitu akan muncul rasa percaya diri.
10.  Bagaimana mengembangkan ide menjadi sebuah tulisan, jika ide yang muncul kapan saja itu mengandung banyak hal yang tidak berhubungan?
Jawabannya: Kalau banyak ide, itu sangat bagus tinggal ditangkap saja. Tuliskan ide-ide tadi dan kumpulkan mana yang setema atau serupa bisa mendukung ide lain. JIka idenya berbeda 180 derajat, maka itu bisa menjadi tulisan yang banyak.
11.  Kalau menulis sketsa/gambaran dari apa-apa yang akan kita tulis dan wujud dari tulisan itu bisa cerpen, puisi, lagu terkadang resep masakan. Apakah mengelola blog hanya satu atau bisa bervariasi?
Jawabannya: Itu semuanya tergantung kita, namun kalau kita membuat 1 blog sebenarnya tidak masalah tetapi ciri khasnya kurang. Oleh karena itu, alangkah baiknya menggunakan wordpress untuk resep, kompasiana untuk cerpen, blog untuk puisi dan lagu. Namun, kendalanya kita harus juga mengunjungi akun-akun tersebut. Untuk tahap awal, 1 blog juga tidak apa-apa, jika menarik akan dibaca orang, kita bisa melihat statistic tulisan kita berapa yang baca dan darimana saja.  
12.    Bagaimana mengatasi kegagalan menemukan ending yang baik?
Jawabannya: Ada beberapa pendekatan untuk membuat ending, yaitu: a) Pembaca penasaran, ini berarti aka nada lahir tulisan berikutnya; b) Pembaca sampai kesimpulan ini berarti ending bisa dibuat happy ending atau sed ending atau normal; c) Apakah ingin ada pesan moral yang ingin disampaikan. Tulisan belum sempurna kalau tidak ada penutupnya.
13.    Menuliskan kumpulan studi kasus di kelas tiap mata pelajaran masuk ke jenis buku apa?
Jawabannya: Kumpulan studi kasus bisa membuat buku tentang studi kasus. Buku-buku studi kasus dari K Yinn dan Boldan bisa untuk referensinya.
14.    Bagaimana tips menulis panjang?
Jawabannya: Belajar, belajar, dan belajar. Jangan menyerah dan jangan dipaksa juga. Pelan tapi sampai dan jangan ingin cepat menjadi sebuah tulisan.
15.    Selain menggunakan bahasa baku yang baik dan benar, apakah dibolehkan menggunakan istilah-sitilah kata yang unik/nyeleneh?
Jawabannya: Kalau menulis resmi sebaiknya menggunakan bahasa Indonesia standar karena kalau menggunakan bahasa yang unik bisa membingungkan apalagi bahasa daerah kita ada ratusan yang setiap kata tidak sama untuk setiap daerah.  
16.    Berapa lama mengumpulkan konsep atau ide suatu tulisan untuk dijadikan satu buku?
Jawabannya: Tergantung kita, bisa 1 tahun bahkan bertahun-tahun. Bisa mengambil momen-momen penting sehingga buku kita pas dan diperlukan orang.
17.    Apa kiat-kiat khusus untuk menumbuhkan kreatifitas agar tulisan berkualitas?
Jawabannya: Untuk menimbulkan kreatifitas kita memang harus baca juga tulisan orang lain dan mencari literatur pendukung baik texk book maupun dari internet. Kemudian kita ramu sesuai dengan kemampuan kita dan gaya menulis kita. Dan jangan kalah sebelum mencoba.
18.    Adakah teknik khusus merangkai suatu kalimat untuk menulis?
Jawabannya: Trik merangkai suatu kalimat harus sesuai dengan kaidah dasar bahasa Indonesia, ada SPO dan adanya keterpaduan dan keruntutan kalimat satu dengan yang lain. Hindari membuat paragraph panjang apalagi sampai satu halaman. Idealnya dalam 1 halaman, ada mimimal 2-4 paragraf sehingga pembaca tidak lelah. Dicoba terus, maka lama-lama akan terbiasa.
19.    Bagaimana cara mengembangkan sebuah karya ilmiah?
Jawabannya: Dengan membaca karya ilmiah juara 1 tingkat nasional atau provinsi  sehingga hasilnya menjadi lebih bagus.
20.  Apa tips menulis bagi pemula? Berapa lama menulis sehingga dapat diterima pembaca khususnya penerbit?
Jawabannya: Kita latihan di blog sendiri karena langsung dimuat karena redaksinya kita sendiri.  

Resume Permasalahan Kiat Menembus Penerbit Gramedia (Guru Bertanya, Amir Faisal Menjawab)


Resume Permasalahan Kiat Menembus Penerbit Gramedia
(Guru Bertanya, Amir  Faisal Menjawab)
oleh: Hasanuddin
No
Pertanyaan
Jawaban
1
Bagaimana cara menulis dan percaya diri bahwa buku pasti laku?
Intinya, tentukan dulu visi/dream kita kenapa ingin menjadi penulis kemudian hadapi tantangan-tantangannya dengan gagah berani
2
Apa bisa buku diterbitkan melalui Gramedia jika hanya berisi 150 hal?
Malah kalau terlalu tebal Gramedia tidak mau. Yang penting adalah kualitas tulisan, genre kita dan buku itu disukai pasar atau tidak?
3
Apa kelebihan tulisan yang dimuat Gramedia?
Yang penting memenuhi criteria penerbit
4
Apakah naskah yang dikirimkan ke penerbit full naksah atau hanya beberapa bab karena ada kekhawatiran dipakai atas nama orang lain atau tidak dikembalikan jika tidak terbit ?
Sebaiknya mengirim naskah full supaya bisa ditelaah secara mnyeluruh sehingga bisa diketahui layak atau tidak?
5
Bagaimanakah trik penulis pemula agar diterima penerbit besar?
Yang penting adalah kualitas tulisan, genre kita dan buku itu disukai pasar atau tidak?
6
Apa ada ketentuan khusus di Gramedia yang tidak dimiliki penerbit lain dan trik agar naskah langsung diterima Gramedia?
Temanya harus ilpop, tida banyak teori, semakin banyak hal-hal praktis semakin baik, menarik perhatian banyak orang
7
Berapa lama buku pertama proses pembuatannya dan bagaimana kajian pustakanya bagi penulis selain pendidik?
Buku pertama sekitar setahun, buku kedua 6 bulan dan kalau sekarang 2 bulan. Kajian pustaka itu sifatnya hanya penguatan. Penerbit lebih menyukai karya original dari pikiran, perasaan, dan gagasan pribadi 
8
Jika buku sudah diterbitkan Gramedia dan tidak laku dipasaran setelah 6 bulan, apa konsekwensi bagi penulis dan penerbit? Apa pengaruhnya bagi penulis dan bagaimana penulis mengatasinya?
Mudah-mudahan tidak terjadi. Makanya kita juga harus gigih ikut marketing lewat medsos. Kasih pelatihan gratis, bagi buku-bukunya pada key person/influencer dan sebagainya
9
Langkah-langkah apa yang harus diikuti oleh penulis di Gramedia dan langkah apa supaya mudah masuk di Gramedia?
Semua penerbit punya criteria masing-masing.  Yang penting adalah kualitas tulisan, genre kita dan buku itu disukai pasar atau tidak? Temanya harus ilpop, tida banyak teori, semakin banyak hal-hal praktis semakin baik, menarik perhatian banyak orang.
10
Bagaimana cara pendekatan ke penerbit? Apakah buku harus jadi duluan atau kita yang menawarkan diri dulu?
Semua penerbit punya criteria masing-masing.  Yang penting adalah kualitas tulisan, genre kita dan buku itu disukai pasar atau tidak? Temanya harus ilpop, tida banyak teori, semakin banyak hal-hal praktis semakin baik, menarik perhatian banyak orang. Buku harus jadi duluan baru ditawarkan ke penerbit.
11
Mungkinkan novel yang digabungkan dengan motivasi bisa tembus pasar buku di Indonesia dan novel yang laris di pasar itu tebalnya berapa?
Yang laris adalah novel motivasi dan sebaiknya membaca novel terbitan Gramedia atau patner kemudian membeli beberapa yang genrenya cocok dengan kita
12
Butuh waktu berapa lama untuk menyelesaikan buku ”menyiapkan anak jadi juara” dan isi buku ini terinspirasi oleh apa?
Terinspirasi ketika memberikan motivasi pada anak sekolah dan merasa ada sesuatu yang salah. Seharusnya motivator anak adalah gurunya sendiri dan membandingkan anak sendiri yang satu sekolah di sekolah favorit dan satunya lagi sekolah di runner up.
13
Bagaimana tulisan yang ditulis diblog mudah diakses google atau jadi trending topic di laman atas mesin searching google?
Menggunakan SEO
14
Apa langkah-langkah strategis yang dilakukan untuk membangun personal branding?
Dengan menulis buku di penerbit nasional, aktif menjadi nara sumber dan jika perlu digratiskan, melalui medsos: punya website dan aktif menulis artikel, FP, IG dan sebagainya.
15
Bagaimana pertama kali meyakinkan diri untuk membawa tulisan ke penerbit nasional?
Terinspirasi ketika memberikan motivasi pada anak sekolah dan merasa ada sesuatu yang salah. Seharusnya motivator anak adalah gurunya sendiri.
16
Jika tulisan berupa kumpulan pengalaman 17 tahun menjadi tutor sebaya buat teman-teman guru bisa masuk ke Gramedia atau tidak dan tulisan seperti masuk genre mana?
True story juga bisa diterbitkan asalkan fenomenal. Misalnya pengalaman memberikan tutorial pada anak berkebutuhan khusus, anak miskin, dan anak rumah singgah dan lain-lain.
17
Bagaimana cara menerbitkan kembali buku yang sudah terbit?
Tinggal menghubungi penerbit kembali
18
Bagaimana tips menerbitkan buku tentang tokoh dan penerbit mana yang mau menerima tentang tokoh?
Tergantung tokohnya siapa dan dalam bidang apa. Sebaiknya cek dulu di Gramedia sudah ada belum tokoh yang mau diterbitkan itu.
19
Karya original lebih disukai dan bagaimana kalau mengangkat tentang covid yang menyangkut pembelajaran daring dan solusinya?
Karya original bagus dan kalau bisa settingnya umum. Jangan hanya segmen sekolah tetapi umum dan menyeluruh.
20
Cara mengikat dan menjaring ide untuk judul buku supaya laris dan buku apa yang diobral?
Isunya masih hangat dan baru. Buku yang iobral: terbitan lama, tidak laku-laku, dan isunya sudah lama
21
Bagaimana membangun konsitensi menulis?
Kuncinya pada passion of life
22
Bagaimana caranya termotivasi menjadi penulis dan sukses?
Terinspirasi ketika memberikan motivasi pada anak sekolah dan merasa ada sesuatu yang salah. Seharusnya motivator anak adalah gurunya sendiri.
23
Bagaimana trik mengubah haluan yang awalnya pengusaha menjadi penulis?
Tidak bahagia lagi sebagai kontraktor dan menemukan life cycle
24
Bagaimana kiat menghindari plagiat?
Cari expertise dan specialties. Jika perlu uniquenya

Menciptakan Pola Belajar Efektif dari Rumah


Menciptakan Pola Belajar Efektif dari Rumah

Situasi dan kondisi wabah virus covid-19 ini membuat kehidupan manusia pada umumnya sedang dihadapkan pada situasi yang di luar perhitungan, membuat proses pembelajaran tidak bisa dilakukan di sekolah/madrasah. Proes pendidikan yang biasanya mengandalkan proses pembelajaran di kelas, kini harus dilakukan secara jarak jauh melalui proses belajar di rumah secara daring. Pembelajaran jarak jauh harus merubah paradigma guru untuk tidak terpaku pada proses belajar di kelas dan kreatif menerapkan proses pembelajaran. Guru harus secara taktis merespon situasi ini dengan tetap menjaga motivasi para siswa untuk belajar walau melalui proses pembelajaran jarak jauh, agar tercipta generasi muda yang siap menghadapi masa depan dan menjadi generasi yang lebih baik. 
Bagi Bapak/Ibu guru atau siapa saja yang berniat mengisi waktu bekerja di rumah dengan muatan yang sangat bermanfaat untuk bekerja terutama yang berkecimpung dalam bidang pendidikan karena PGRI dan IGI banyak mengadakan kegiatan secara online dalam beberapa seminar dan lebih-lebih dalam rangka memperingati hari pendidikan nasional tanggal 2 Mei 2020. Adapun informasi tentang kegiatan seminar dan model seminar atau lainnya silahkan menghubungi nara hubung pada beberapa poster yang ada.
Hal terbaik yang kita lakukan saat ini adalah berdiam diri di rumah, termasuk menjalankan segala macam ibadah yang berkaitan dengan ibadah Ramadhan dan ibadah lainnya hendaknya dilakukan secara ikhlas di rumah bersama keluarga. Keharusan berada di rumah membuat anak-anak di sebagian daerah di Indonesia belajar dari rumah atau secara daring. Hal tesebut dilakukan dengan tujuan agar para siswa tetap terbiasa belajar dan menjaga keteraturan. Dengan keteraturan itu, diharapkan anak-anak ketika masuk sekolah kembali semangat belajarnya tidak padam dan materi pembelajaran tidak tertinggal. Namun, konsep belajar dari rumah secara daring belum sepenuhnya bisa dipraktikkan secara optimal oleh murid atau guru.
Adapun terkait fatwa, himbauan, bahkan keputusan bersama antara eksekutif, legislatif, dan MUI di beberapa daerah yang melakukan pembatasan bahkan penutupan sementara untuk tidak melakukan kegiatan ibadah berjama’ah dan pengajian di masjid atau mushola lebih-lebih di bulan Ramadhan yang merupakan bulan ibdah bukanlah untuk menjauhkan umat muslim dari masjid. Tetapi justru ini sebagai ikhtiar menjemput takdir Allah yang lain.
Apapun pangkat dan jabatan kita, di antara hal-hal yang dapat kita lakukan sebagai seorang muslim dan sekaligus bagian dari anggota masyarakat dalam pencegahan wabah virus corona ini adalah sebagai berikut: pertama dan paling utama, yakni memperkuat dan mempertebal keimanan kepada Allah SWT. Iman yang kuat akan menuntunkan kita pada sikap hidup yang optimis dan yakin akan pertolongan Allah. Seorang muslim yang istiqomah dalam iman kepada Allah, maka akan ditiadakan rasa takut dalam dirinya. Sebagaimana firman Allah dalam surat Fusshilat ayat 30. Hal selanjutnya yang dapat kita lakukan adalah mengisolasi diri, menahan diri untuk tidak beraktifitas dengan banyak orang. Hal ini sesuai dengan apa yang telah diperintahkan oleh Nabi Muhammad SAW dalam sabdanya: “Jika kamu mendengar wabah di suatu wilayah, maka janganlah kalian memasukinya. Tapi jika terjadi wabah di tempat kamu berada, maka jangan tinggalkan tempat itu.” (HR. Bukhari)
Hadits ini mengajarkan bahwa kita harus berusaha menghindari keburukan yang mungkin terjadi dari suatu wabah yang sedang berkembang di suatu wilayah. Mengisolasi dan menahan diri untuk tidak bertemu dengan orang banyak dan atau untuk tidak bepergian, terlebih ke daerah yang endemic merupakan suatu pilihan yang harus diambil oleh setiap muslim. Dengan kata lain, sebagai seorang muslim dituntut untuk mampu melakukan kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana sehingga dapat mengurangi resiko bencana, terutama terkait korban manusia. Mudah-mudahan wabah ini segera berakhir sehingga kita semua bisa melaksanakan segala macam aktivitas sesuai dengan tugas dan profesi masing-masing sebagaimana biasanya.



Motivasi Menulis Setiap Hari dan Menerbitkan Buku


Motivasi Menulis Setiap Hari dan Menerbitkan Buku
oleh: Hasanuddin


Nara Sumber:          Dadang Kadarusman seorang author, Trainer dan Public Speaker. Beliau belajar di Bandung Intitute Of Technologi. Beliau seorang Executive Developmen Progran (EDP), Executive Developmen Progran (EDP), Asian Intitute Of Management (AIM) dan Harvard manage mentor  Program (HMM).

Sejenak kita mengulas pengalaman nara sumber kita pada waktu kecilnya. Beliau sejak kecil memiliki kegemaran menulis.  Hal ini dilatarbelakangi karena beliau memiliki ayah seorang guru di sebuah SD yang selalu membawakan buku. Dengan berbekal kegemaran tersebutlah yang menggugah dan menimbulkan keinginannya untuk membuat buku sendiri. Sehingga sejak kecil beliau sudah mulai menekuni, bahkan menjadi hobinya, yakni menulis. Hobby menulis beliau ternyata sudah dibina sejak kecil sampai hari ini. Sampai saat ini sudah 40 tahun beliau menggeluti dunia karya tulis dan sampai saat ini pun masih tetap aktif menulis dan  terus menulis untuk menghasilkan tulisan-tulisan yang pastinya sangat inspiratif dan bermanfaat bagi orang lain.
Dari cerita yang disampaikannya, sebenarnya banyak orang yang punya keinginan untuk menulis buku. Akan tetapi, tidak semua orang bisa menghasilkan tulisan dalam bentuk buku. Kebanyakan orang bingung bagaimana cara menerbitkan buku. Tanpa terlebih dahulu memikirkan bagaimana menghasilkan tulisan yang baik untuk diterbitkan. Oleh karena itu, untuk dapat menerbitkan buku kita harus mengubah mindset kita terlebih dahulu. Jangan terfokus dengan bagaimana cara menerbitkan buku, tetapi langkah awal yang harus dimatangkan adalah bagaimana kita membangun konsistensi untuk menulis setiap hari. Jika kita bisa menulis setiap hari, maka kita akan sampai pada titik di mana kualitas tulisan kita akan sangat menarik bagi penerbit. Dengan demikian, kita tidak perlu lagi mendatangi penerbit, bahkan penerbit sendiri yang datang kepada kita.
Hari ini pembahasan kita akan fokus pada bagaiman trik dan cara menulis setiap harinya. Sebab saya percaya bahwa, penerbit akan mendatangi kita jika skill menulis kita sudah sesuai dengan criteria yang mereka cari. Jadi pelajaran pertama, jangan lagi berpikir bahwa menerbitkan buku itu susah. Bahkan, akan menjadi sangat mudah jika kita sudah memiliki skill dalam menulis. Lalu, bagaimana seseorang bisa menulis setiap hari dan mengapa kita harus menulis setiap hari?  Sekurang-kurangnya, ada 3 alasan mengapa seseorang harus menulis setiap harinya, yaitu:  
1.    Pepatah mengatakan: Alah Bisa Karena Biasa
Pada dasarnya, menulis merupakan kombinasi antara buah pikiran, ide atau gagasan  dengan jari jemari kita yang dituangkan ke dalam kata kemudia dituliskan pada kertas atau layar sehingga dapat dimengerti oleh orang lain. Menulis bukanlah hal yang mudah, hal ini dapat kita lihat dari beberapa guru bahkan guru besar yang belum mempunyai karya berupa buku. Tidak sedikit dari mereka yang merasa kesulitan jika harus membuat sebuah jurnal atau artikel. Hal itu disebabkan karena guru terlalu fokus pada bahasa lisan. dan kurang latihan. Seandainya banyak latihan menulis setiap hari, maka hal itu mungkin tidakkan terjadi.
2.    Menjaga keselarasan antara otot-otot tubuh
Orang yang sudah terbiasa menulis setiap hari, setiap melihat dan mendengarkan apapun, selalu ingin menerjemahkan apa yang dilihat dan didengarnya itu ke dalam bentuk tulisan dan itu terjadi secara refleks. Begitu halnya, jika ia merasakan sesuatu, maka langsung dituangkan dalam tulisan. Adapun orang yang tidak terbiasa menulis, bisa saja memendam perasaan itu, atau bahkan membutuhkan seseorang yang mau mendengarnya, padahal belum tentu ada yang mau mendengarkannya. Akan tetapi, jika sudah terbiasa menulis, maka selalu punya teman untuk mencurahkan perasaannya, yaitu secarik kertas dan pulpen.
Oleh karena itu, jangan pernah merasa sulit menulis sebelum belajar memulainya. Mulai saja dulu tuliskan apa yang dirasakan, apa yang dilihat, apa yang didengar dan biarkan menglir dengan sendirinya. Jangan lupa mohon petunjuk dan bimbingan kepada Allah swt tentang apa yang harus kita tulis, karena segala sesuatu akan menjadi baik dengan ridha dan inayah-Nya.
3.    Menjadi penyembuh
Orang yang sudah terbiasa menulis, bisa jadi lebih sehat dengan orang yang tidak biasa menulis. Mengapa hal itu bisa terjadi, karena orang yang suka menulis tidak pernah memendam perasaannya, akan tetapi langsung ditumpahkan begitu saja lewat tulisan. Adapun orang yang tidak terbiasa menulis, maka segala macam perasaannya akan terus dipendam dan itulah yang menyebabkan timbulnya berbagai macam permasalahan dalam dirinya. Oleh karena itu, marilah kita berusaha untuk mulai belajar menulis, apapun hasilnya.
Berdasarkan paparan tersebut, maka sampailah pada kesimpulan bahwa seorang penerbit buku sejati, bukanlah orang yang selalu meminta bantuan kepada orang lain untuk menuliskan naskah bukunya, melainkan orang yang memiliki kemampuan untuk senantiasa menuliskan sendiri naskahnya secara mandiri.

Guru Penuh Cinta